Nama Kelompok:
Karina Febri Miranda - 33115660
Nur Rahma Dwi - 35115195
Tugas 2
1. Perbedaan Data dan Informasi
Data adalah fakta mentah atau rincian peristiwa yang belum diolah, yang terkadang tidak dapat diterima oleh akal pikiran dari penerima data tersebut, maka dari itu data harus diolah terlebih dahulu menjadi informasi untuk dapat di terima oleh penerima. Data dapat berupa angka, karakter, simbol, gambar, suara, atau tanda-tanda yang dapat digunakan untuk dijadikan informasi. Suatu informasi bisa saja menjadi data apabila informasi tersebut digunakan kembali untuk pengolahan sistem informasi selanjutnya. Dalam dunia komputer data adalah segala sesuatu yang disimpan di dalam memori menurut format tertentu.
Informasi adalah hasil pengolahan data yang sudah dapat diterima oleh akal pikiran penerima informasi yang nantinya dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi dapat berupa hasil gabungan, hasil analisa, hasil penyimpulan, dan juga hasil pengolahan sistem informasi komputerisasi.
Data pada Kasus Rizki Mobil:
1. Dealer yang tidak memberikan kinerja sesuai potensinya
2. Membantu Manajemen untuk mengambil keuntungan sesuai peluang
3. Sistem Pemrosesan Transaksi
4. Pemeliharaan Rutin
5.Tidak menghubungi Pelanggan
2. Saran Kami terhadap Kasus Rizki Mobil :
Seharusnya tidak memperkerjakan dealer yang tidaK memiliki kinerja sesuai potensinya,
Karena akan mengakibatkan Sistem yang berjalan tidak sesuai yang kita inginkan. Contohnya pada kasus ini saat pemegang saham memperkerjakan dealer yang tidak memiliki kinerja sesuai potensinya maka terjadilah permasalahan seperti kasus ini, bahwa dealer hanya mempergunakan sistem pemrosesan transaksi tanpa mengetahui potensi dari informasi Yang
telah dikumpulkanya untuk pengambilan keputusan Manajerialnya.
Atau bisa juga melakukan pelatihan kerja pada dealer tersebut agar dia mengerti cara menggunakan sistem tersebut.
Laporan Keuangan PT. Gudang Garam Tbk Tahun 2014
Karina Febri Miranda - Blog Softskill
Rabu, 23 November 2016
Rabu, 09 November 2016
Studi Kasus Sistem Informasi Perusahaan Taksi "Blue Bird"
Blue Bird Group merupakan market
leader dalam bisnis transportasi, Blue Bird
sudah menjadi brand yang kuat dan dikenal luas oleh masyarakat. Diawali
dengan armada 25 taksi pada tahun 1972,
kini setelah lebih dari 30 tahun mendalami bisnis jasa transportasi, Blue Bird telah berkembang
pesat dengan sekitar 12000 armada-nya yang
tersebar di seluruh penjuru Jakarta. Kesuksesan yang diraih oleh Blue
Bird ini tak lepas dari upaya Blue Bird
dalam memanfaatkan teknologi. Berawal sekitar tahun 1972, Blue Bird yang
mengimplementasikan pertama kali di Indonesia sistem komunikasi radio serta penggunaan argometer yang ketat untuk
armada-armadanya. Jejak langkah Blue
Bird ini diikuti pula oleh perusahaan taksi lainnya yang beroperasi di
Indonesia. Sekitar beberapa tahun terakhir ini Blue Bird sudah menggunakan
teknologi GPS (Global Positioning
System). Selain digunakan untuk melacak posisi armada-armadanya, GPS ini juga digunakan sarana berkomunikasi
antara armada taksi dengan Call Center.
Proses implementasi Business
Intelligent di Blue Bird Group dapat berjalan dengan baik karena garis besar cakupan proyek dan
indikator kinerja kunci perusahaan sangat jelas. Di samping itu, proses implementasi secara
hirarki dan dengan dukungan tenaga-tenaga
konsultan yang professional dan berkualitas juga menjadi faktor penting
dalam keberhasilan proses implementasi. Konsultan yang andal memahami bahwa
pendekatan dari bottom up untuk
mengimplementasikan business intelligent akan membutuhkan waktu yang panjang. Sedangkan metode top down
merupakan metode yang tepat untuk
mengimplementasikan Business Intelligent. Blue Bird Group mengimplementasikan SAP
Netweaver BI untuk modul-modul Financial
Accounting (FI), Controlling (CO), CO Profitability Analysis (CO PA) Plant Maintenance (PM), dan modul yang dirancang
khusus yang dinamakan “Taximeter System”
dari legacy VB sistem perusahaan. Proses implementasi dilakukan oleh
Hermis consulting. Pada fase pertama,
SAP NetWeaver BI “GO Live”.
Penerapan
teknologi informasi atau sistem informasi dalam perusahaan Blue Bird
Bagian
dari kesuksesan Blue Bird Group adalah kemampuan dalam mempertahankan standar
kualitas yang tinggi dan pelayanan yang
memuaskan selama bertahun-tahun. Hingga akhirnya mendapatkan reputasi sebagai
mitra transportasi yang paling dapat diandalkan. Kesuksesan yang diraih oleh
Blue Bird Group saat ini tidak luput dari perbaikan sistem informasi manajemen
Blue Bird dengan memanfaatkan teknologi terbaru guna meningkatkan kualitas dan
pelayanannya terhadap pelanggan, hal ini menjadikan jasa taksi Blue Bird lebih
unggul dibandingkan jasa taksi lainnya.
Dibawah ini merupakan beberapa
teknologi yang telah dimanfaatkan oleh Blue Bird Group dalam meningkatkan
kualitas dan pelayanannya terhadap pelanggan:
1.
Sistem
Komunikasi Radio
Dalam
hal teknologi, Blue Bird Group termasuk perusahaan yang tanggapakan teknologi.
Pada awal berdirinya Blue Bird yang pertama mengimplementasikan sistem
komunikasi radio disetiap taksinya.
2.
Sistem
Database Pelanggan
Selain
itu Blue Bird juga memiliki sistem informasi manajemen yang baik dalam
meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan, ini dibuktikan dengan sistem
pemesanan taksi Blue Bird via telepon. Pada saat customer melakukan pemesanan
taksi untuk pertama kalinya, operator blue bird akan langsung memasukkan
data-data customer tersebut, mulai dari nama, nomor telepon, dan alamat si
customer.
3.
GPS
Untuk
lebih meningkatkan pelayanan dan kualitasnya, Blue Bird Group telah memanfaatkan
teknologi terbaru, yakni Global Positioning System atau yang lebih dikenal
dengan sebutan GPS, sudah sekitar empat tahun belakangan ini Blue Bird
menggunakan teknologi GPS (Global Positioning System). Selain digunakan untuk
melacak posisi armada-armadanya, GPS ini juga digunakan sebagai sarana
berkomunikasi antara armada taksi dengan Call Center.
4.
SMS
TAKSI
Baru-baru
ini, Blue Bird meluncurkan lagi salah satu layanan pelanggannya. Blue Bird
berusaha mengikuti teknologi yang sedang trend saat ini. Layanan baru tersebut
adalah SMS Taxi: Order Taksi via SMS. Dengan layanan ini, pelanggan cukup
mengirimkan SMS ke nomor 1234 untuk melakukan order taksi.Pelayanan ini
merupakan sebuah langkah strategis yang diambil oleh Blue Bird untuk menjaring
pelanggannya.
5.
TAKSI
VOUCHER
Selain
meluncurkan fasilitas yang memudahkan pelanggannya dalam melakukan order
melalui sms, Blue Bird juga memberikan fasilitas yang memudahkan para
pelanggannya dalam hal pembayaran. Kini para pelanggan Blue Bird tidak lagi
diharuskan membayar jasa taksi Blue Bird dengan uang tunai, karena saat ini
terdapat fasilitas taksi voucher yang dapat digunakan untuk membayar jasa taksi
Blue Bird sebagai pengganti uang tunai.
Senin, 23 Mei 2016
Teori dan Tipe Kepemimpinan
DEFINISI KEPEMIMPINAN
Konsep “pemimpin” berasal dari kata “leader” dan “kepemimpinan” berasal dari kata “leadership”. Bennis mengatakan bahwa seorang pemimpin adalah seorang yang memimpin dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, menunjukkan, mengorganisasikan, atau mengontrol usaha (upaya) orang lain atau melalui prestize, kekuasaan atau posisi. Menurut Gibson Kepemimpinan adalah suatu usaha untuk menggunakan gaya mempengaruhi dan tidak memaksa untuk memotivasi individu dalam mencapai tujuan. Sementara Stoner mengatakan bahwa kepemimpinan adalah suatu proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan pekerjaan anggota kelompok. Definisi umum kepemimpinan adalah cara atau teknik yang digunakan pimpinan dalam mempengaruhi pengikut atau bawahannya dalam melakukan kerja sama mencapai tujuan yang telah ditentukan.
TEORI KEPEMIMPINAN
Beberapa
teori telah dikemukakan para ahli majemen mengenai timbulnya seorang pemimpin.
Teori yang satu berbeda dengan teori yang lainnya.
Di antara berbagai teori mengenai lahirnya paling pemimpin ada tiga di antaranya yang paling menonjol yaitu sebagai berikut :
Di antara berbagai teori mengenai lahirnya paling pemimpin ada tiga di antaranya yang paling menonjol yaitu sebagai berikut :
1. Teori Genetie
Inti dari
teori ini tersimpul dalam mengadakan "leaders are born and not made".
bahwa penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karena ia telah
dilahirkan dengan bakat pemimpin.Dalam keadaan bagaimana pun seorang
ditempatkan pada suatu waktu ia akn menjadi pemimpin karena ia dilahirkan untuk
itu. Artinya takdir telah menetapkan ia menjadi pemimpin.
2. Teori Sosial
Jika teori
genetis mengatakan bahwa "leaders are born and not made", make
penganut-penganut sosial mengatakan sebaliknya yaitu :
"Leaders are made and not born".
"Leaders are made and not born".
Penganut-penganut
teori ini berpendapat bahwa setiap orang akan dapat menjadi pemimpin apabila
diberi pendidikan dan kesempatan untuk itu.
3.
Teori Ekologis
Teori ini
merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori sosial.
Penganut-ponganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi
pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat
kepemimpinan, bakat mana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur
dan pangalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut
bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu.Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua teori genetis dan teori sosial dan dapat dikatakan teori yang paling baik dari teori-teori kepemimpinan.Namun demikian penyelidikan yang jauh yang lebih mendalam masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa faktor-faktor yang menyebabkan seseorang timbul sebagai pemimpin yang baik.
Teori Sifat Kepemimpinan (Traist Theory)
Teori ini bertitik tolak dari asumsi bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sisfat-sifatnya. Sifat tersebut dapat berupa sifat fisik maupun sifat psikologis. Dari hasil penelitian Charles dan David disimpulkan bahwa, ada Lima sifat yang dapat menyebabkan keberhasilan kepemimpinan, yaitu :
a. Intelegensia : Para pemimpin pada umumnya relatif harus lebih cerdas dari orang-orang yang dipimpinya.
b. Visioner : Pemimpin harus memiliki kematangag dan keluasan pandangan sosial. Secara emosional para pemimpin harus mampu melihat suatu masalah secara utuh dan memiliki control yang baik dalam mengendalikan kondisi yang kritis.
c. Percaya Diri : Pemimpin harus memiliki kepercayaan diri dan keyakinan terhadap diri sendiri yang didukung oleh kemampuan untuk menganalisis potensi, kekuatan, kelemahan dan yang dimiliki sehingga dapat memaksimalkan potensi dalam dirinya dan mengantisipasi kekurangan yang dimiliki
d. Motivasi : Pemimpin memiliki dorongan semangat yang sangat kuat dari dalam dirinya untuk senantiasa tampil sebagai solusi dari setiap permasalahan yang ada, dan memiliki konsep problem solving yang jelas terhadap suatu masalah yang dihadapi
e. Komunikatif : Pemimpin harus memiliki kemampuan melakukan hubungan dan komunikasi dengan setiap orang dengan tipe apapun. Hal yang harus difahami bahwa untuk mencapai suatu tujuan harus didukung oleh orang lain sehingga seorang pemimpin harus memiliki kemampuan memahami individu yang dipimpinnya.
Pada umumnya para pemimpin dalam setiap organisasi dapat diklasifikasikan menjadi lima type utama yaitu sebagai berikut :
1. Tipe pemimpin otokratis
2. Tipe pemimpin militoristis
3. Tipe pemimpin paternalistis
4. Tipe pemimpin karismatis
5. Tipe pomimpin demokratis
1. Tipe pemimpin demokratis
Tipe pemimpin ini menganggap bahwa pemimpin adalah merupakan suatu hak.
Ciri-ciri pemimpin tipe ini adalah sebagai berikut :
a. Menganggap bahwa organisasi adalah milik pribadi
b. Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi.
c. Menganggap bahwa bawahan adalah sebagai alat semata-mata
d. Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat dari orang lain karena dia menganggap dialah yang paling benar.
e. Selalu bergantung pada kekuasaan formal
f. Dalam menggerakkan bawahan sering mempergunakan pendekatan (Approach) yang mengandung unsur paksaan dan ancaman.
Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe mimpinan otokratis tersebut di atas dapat diketahui bahwa tipe ini tidak menghargai hak-hak dari manusia, karena tipe ini tidak dapat dipakai dalam organisasi modern.
2. Tipe kepemimpinan militeristis
Perlu diparhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dengan seorang pemimpin tipe militeristis tidak sama dengan pemimpin-pemimpin dalam organisasi militer. Artinya tidak semua pemimpin dalam militer adalah bertipe militeristis.
Seorang pemimpin yang bertipe militeristis mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
a. Dalam menggerakkan bawahan untuk yang telah ditetapkan, perintah mencapai tujuan digunakan sebagai alat utama.
b. Dalam menggerakkan bawahan sangat suka menggunakan pangkat dan jabatannya.
c. Senang kepada formalitas yang berlebihan
d. Menuntut disiplin yang tinggi dan kepatuhan mutlak dari bawahan
e. Tidak mau menerima kritik dari bawahan
f. Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.
Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe pemimpin militeristis jelaslah bahwa ripe pemimpin seperti ini bukan merupakan pemimpin yang ideal.
3. Tipe pemimpin fathernalistis
Tipe kepemimpinan fathornalistis, mempunyai ciri tertentu yaitu bersifat fathernal atau kepakan.ke Pemimpin seperti ini menggunakan pengaruh yang sifat kebapaan dalam menggerakkan bawahan mencapai tujuan. Kadang-kadang pendekatan yang dilakukan sifat terlalu sentimentil.
Sifat-sifat umum dari tipe pemimpin paternalistis dapat dikemukakan sebagai berikut:
a) Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa.
b) Bersikap terlalu melindungi bawahan
c) Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan. Karena itu jarang dan pelimpahan wewenang.
d) Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya tuk mengembangkan inisyatif daya kreasi.
e) Sering menganggap dirinya maha tau.
Harus diakui bahwa dalam keadaan tertentu pemimpin seperti ini sangat diporlukan. Akan tetapi ditinjau dari segi sifar-sifar negatifnya pemimpin faternalistis kurang menunjukkan elemen kontinuitas terhadap organisasi yang dipimpinnya.
4. Tipe kepemimpinan karismatis
Sampai saat ini para ahli manajemen belum berhasil menamukan sebab-sebab mengapa seorang pemimin memiliki karisma. Yang diketahui ialah tipe pemimpin seperti ini mampunyai daya tarik yang amat besar, dan karenanya mempunyai pengikut yang sangat besar. Kebanyakan para pengikut menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin seperti ini, pengetahuan tentang faktor penyebab Karena kurangnya seorang pemimpin yang karismatis, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supernatural powers), perlu dikemukakan bahwa kekayaan, umur, kesehatan profil pendidikan dan sebagainya. Tidak dapat digunakan sebagai kriteria tipe pemimpin karismatis.
5. Tipe Kepemimpinan Demokratis
Dari semua tipe kepemimpinan yang ada, tipe kepemimpinan demokratis dianggap adalah tipe kepemimpinan yang terbaik. Hal ini disebabkan karena tipe kepemimpinan ini selalu mendahulukan kepentingan kelompok dibandingkan dengan kepentingan individu.
Beberapa ciri dari tipe kepemimpinan demokratis adalah sebagai berikut:
1. Dalam proses menggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah mahluk yang termulia di dunia.
2. Selalu berusaha menselaraskan kepentingan dan tujuan pribadi dengan kepentingan organisasi.
3. Senang menerima saran, pendapat dan bahkan dari kritik bawahannya.
4. Mentolerir bawahan yang membuat kesalahan dan berikan pendidikan kepada bawahan agar jangan berbuat kesalahan dengan tidak mengurangi daya kreativitas, inisyatif dan prakarsa dari bawahan.
5. Lebih menitik beratkan kerjasama dalam mencapai tujuan.
6. Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya.
7. Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.
Sumber
https://tirzarest.wordpress.com/2011/12/21/teori-dan-tipe-kepemimpinan/
http://fendrysetiawan21.blogspot.co.id/2014/12/pengertiantipe-teori-dan-gaya-dalam.html
Pengertian Komunikasi
Pengertian
Pengertian Komunikasi Secara Umum adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan atau informasi antara dua individu atau lebih dengan efektif sehingga dapat dipahami dengan mudah. Istilah komunikasi dalam bahasa inggris disebut communication, yang berasal dari kata communication atau communis yang memiliki arti sama atau sama yang memiliki makna pengertian bersama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita dari dua orang atau lebih agar pesan yang dimaksud dapat dipahami.
Komunikasi berdasarkan Penyampaian
Pengertian Komunikasi Secara Umum adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan atau informasi antara dua individu atau lebih dengan efektif sehingga dapat dipahami dengan mudah. Istilah komunikasi dalam bahasa inggris disebut communication, yang berasal dari kata communication atau communis yang memiliki arti sama atau sama yang memiliki makna pengertian bersama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita dari dua orang atau lebih agar pesan yang dimaksud dapat dipahami.
Komunikasi berdasarkan Penyampaian
Pada umumnya setiap orang dapat berkomunikasi satu sama lain karena
manusia tidak hanya makhluk individu tetapi juga makhluk sosial yang
selalu mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Namun
tidak semua orang terampil berkomunikasi, oleh sebab itu dibutuhkan
beberapa cara dalam menyampaikan informasi.
Berdasarkan cara penyampaian informasi dapat dibedakan menjadi 2 ( dua ), yaitu :
a. Komunikasi verbal ( Lisan )
- Yang terjadi secara langsung serta tidak dibatasi oleh jarak , dimana kedua belah pihak dapat bertatap muka. Contohnya dialog dua orang.
- Yang terjadi secara tidak langsung akibat dibatasi oleh jarak. contohnya komunikasi lewat telepon.
b. Komunikasi nonverbal ( Tertulis )
- Naskah , yang biasanya digunakan untuk menyampaikan kabar yang bersifat kompleks.
- Gambar dan foto akibat tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata atau kalimat.
Komunikasi dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya
komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling
bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau
menjalani kehidupan sehari-hari. Maka untuk membina hubungan kerja
antar pegawai maupun antar atasan bawahan perlulah membicarakan
komunikasi secara lebih terperinci.
Dalam menyalurkan solusi dan ide melalui komunikasi harus ada si
pengirim berita (sender) maupun si penerima berita (receiver).
Solusi-solusi yang diberikan pun tidak diambil seenaknya saja, tetapi
ada penyaringan dan seleksi, manakah solusi yang terbaik yang akan
diambil, dan yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut agar
mencapai tujuan, serta visi, misi suatu organisasi.
Akan tetapi dalam prakteknya proses komunikasi harus melalui
tahapan-tahapan yang kadang-kadang tidak begitu mudah. Adapun
tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut:
- Ide (gagasan) => Si Sender
- Perumusan
Dalam perumusan, disini ide si sender disampaikan dalam kata-kata. - Penyaluran (Transmitting)
Penyaluran ini adalah bisa lisan, tertulis, mempergunakan symbol, atau isyarat dsb. - Tindakan
Dalam tindakan ini sebagai contoh misalnya perintah-perintah dalam organisasi dilaksanakan. - Pengertian
Dalam pengertian ini disini kata-kata si sender yang ada dalam perumusan tadi menjadi ide si receiver. - Penerimaan
Penerimaan ini diterima oleh si penerima berita (penangkap berita).
Teori pengambilan keputusan
Teori Rasional Komprehensif
Teori pengambilan keputusan yang paling
dikenal dan mungkin pula yang banyak diterima oleh kalangan luas ialah
teori rasional komprehensif.
Unsur-unsur utama dari teori ini dapat dikemukakan sebagai berikut :
- Pembuat keputusan dihadapkan pada.suatu masalah tertentu yang dapat dibedakan dari masalah-masalah lain atau setidaknya dinilai sebagai masalah-masalah yang dapat diperbandingkan satu sama lain.
- Tujuan-tujuan, nilai-nilai, atau sasaran yang mempedomani pembuat keputusan amat jelas dan dapat ditetapkan rangkingnya sesuai dengan urutan kePentingannya.
- Pelbagai altenatif untuk memecahkan masalah tersebut diteliti secara saksama.
- Akibat-akibat (biaya dan manfaat) yang ditmbulkan oleh setiap altenatif yang dipilih diteliti.
Teori rasional komprehensif banyak
mendapatkan kritik dan kritik yang paling tajam berasal dari seorang
ahli Ekonomi dan Matematika Charles Lindblom (1965 , 1964′ 1959)’
Lindblom secara tegas menyatakan bahwa para pembuat keputusan itu
sebenarya tidaklah berhadapan dengan masalah-masalah yang konkrit dan
terumuskan dengan jelas.
Untuk konteks negara-negara sedang
berkembang, menurut R’s. Milne (1972), mode irasionar komprehensif ini
jelas tidak akan muduh diterapkan. Sebabnya ialah:
informasi/datastatistik tidak memadai ; tidak memadainya perangkat teori
yang siap pakai untuk kondisi- kondisi negara sedang berkembang ;
ekologi budaya di mana sistem pembuatan keputusan itu beroperasi juga
tidak mendukung birokrasi di negara sedang-berkembang umumnya dikenal
amat lemah dan tidak sanggup memasok unsur-unsur rasionar dalam
pengambilan keputusan.
Teori Inkremental
Teori inkremental dalam pengambilan
keputusan mencerminkan suatu teori pengambilan keputusan yang
menghindari banyak masalah yang harus dipertimbangkan (seperti daram
teori rasional komprehensif) dan, pada saat yang sama, merupakan teori
yang lebih banyak menggambarkan cara yang ditempuh oleh pejabat-pejabat
pemerintah dalam mengambil kepurusan sehari-hari.
Pokok-pokok teori inkremental ini dapat diuraikan sebagai berikut.
- Pemilihan tujuan atau sasaran dan analisis tindakan empiris yang diperlukan untuk mencapainya dipandang sebagai sesuatu hal yang saling terkait daripada sebagai sesuatu hal yang saling terpisah.
- Pembuat keputusan dianggap hanya mempertimbangkan beberapa altematif yang langsung berhubungan dengan pokok masalah dan altematif-alternatif ini hanya dipandang berbeda secara inkremental atau marginal bila dibandingkan dengan kebijaksanaan yang ada sekarang.
- Bagi tiap altematif hanya sejumlah kecil akibat-akibat yang mendasar saja yang akan dievaluasi.
- Masalah yang dihadapi oleh pembuat keputusan akan didedifinisikan secara terarur. Pandangan inkrementalisme memberikan kemungkin untuk mempertimbangkan dan menyesuaikan tujuan dan sarana serta sarana dan tujuan sehingga menjadikan dampak dari masalah itu lebih dapat ditanggulangi.
Keputusan-keputusan dan
kebijaksanaan-kebijaksanaan pada hakikatnya merupakan produk dari saling
memberi dan menerima dan saling percaya di antara pelbagai pihak yang
terlibat dalam proses keputusan tersebut.
Dalam masyarakat yang strukturnya
majemuk paham lnkremental ini secara politis lebih aman karena akan
lebih gampang untuk mencapai kesepakatan apabila masalatr-masalah yang
diperdebatkan oleh pelbagai kelompok yang terlibat hanyalah bersifat
upaya untuk memodifikasi terhadap program-program yang sudah ada
daripada jika hal tersebut menyangkut isu-isu kebijaksanaan mengenai
perubahan-perubahan yang radikal yang memiliki sifat “ambil semua atau
tidak sama sekali”.
Teori Pengamatan Terpadu (Mixed Scanning Theory)
Penganjur teori ini adalah ahli
sosiologi organisasi Amitai Etzioni. Etzioni setuju terhadap
kritik-kritik para teoritisi inkremental yang diarahkan pada teori
rasional komprehensif, akan tetapi ia juga menunjukkan adanya beberapa
kelemahan yang terdapat pada teori inkremental.
Misalnya, keputusan-keputusan yang
dibuat oleh pembuat keputusan penganut model inkremental akan lebih
mewakili atau mencerminkan kepentingan-kepentingan dari
kelompok-kelompok yang kuat dan mapan serta kelompok-kelompok yang mampu
mengorganisasikan kepentingannya dalam masyarakat, sementara itu
kepentingan-kepentingan dari kelompok-kelompok yang lemah dan yang
secara politis tidak mampu mengorganisasikan kepentingannya praktis akan
terabaikan.
2. Model Preskriptif dan Deskriptif
Fisher mengemukakan bahwa pada hakekatnya ada 2 model pengambilan keputusan, yaitu:
- Model Preskriptif
- Model Deskriptif
Model preskriptif berdasarkan pada proses yang ideal sedangkan model deskriptif berdasarkan pada realitas observasi
Disamping model-model diatas (model linier) terdapat pula model Spiral dimana satu anggota mengemukakan konsep dan anggota lain mengadakan reaksi setuju tidak setuju kemudian dikembangkan lebih lanjut atau dilakukan “revisi” dan seterusnya.
- Teknik-teknik Pengambilan Keputusan:
- Teknik Kreatif
- Brainstorming
Sumber
http://www.astaqauliyah.com/blog/read/6/teori-teori-pengambilan-keputusan.html
http://wahyudieko92.blog.com/model-proses-pengambilan-keputusan-tipe-tipe-proses-pengambilan-keputusan-dan-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-pemecahan-masalah/
Organisasi File
ORGANISASI FILE
Organisasi File adalah suatu
teknik atau cara yang digunakan untuk menyatakan dan menyimpan record-record
dalam sebuah file. Ada 4 teknik dasar organisasi file, yaitu :
1.
Organisasi File Sequential
Merupakan cara yang paling dasar untuk mengorganisasikan kumpulan record-record dalam sebuah berkas. Dalam organisasi
berkas sequential, pada waktu record ini
dibuat, record-record direkam secara
berurutan. Contoh : Lagu yang ada
dikaset.
2.
Organisasi File Relative
a.
Suatu berkas yang mengidentifikasikan record dengan key
yang diperlukan.
b.
Record tidak perlu tersortir secara fisik menurut nilai
key.
c.
Organisasi berkas relatif paling sering digunakan dalam
proses interaktif.
d.
Tidak perlu mengakses record secara berurutan (consecutive).
e.
Sebaiknya disimpan dalam Direct Access Storage Device
(DASD) seperti magnetic disk/drum.
Contoh
: Lagu yang ada pada CD (Compact Disk)
3.
Indexed Sequential
Merupakan salah satu cara yang efektif untuk
mengorganisasi kumpulan record-record
yang membutuhkan akses record secara sequential maupun secara individu
berdasarkan nilai key. Contoh : Mencari
arti kata dalam kamus.
4.
Multi – Key
Merupakan organisasi yang dapat mempunyai
sebuah file yang di akses dengan banyak
cara. Contoh : Sistem perbankan yang memiliki banyak pemakai.
Secara umum keempat teknik dasar
tersebut berbeda dalam cara pengaksesannya, yaitu :
1.
Direct Access
Adalah suatu cara pengaksesan record yang
langsung, tanpa mengakses seluruh record
yang ada. Contoh : Magnetic Disk.
2.
Sequential Access
Adalah suatu cara pengaksesan record, yang
didahului pengaksesan record-record di
depannya. Contoh : Magnetic Tape.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
dalam proses pemilihan organisasi file :
1.
Karakteristik dari media penyimpanan yang digunakan
2.
Volume dan frekuensi dari transaksi yang diproses
3.
Respontime yang diperlukan
Cara memilih organisasi file
tidak terlepas dari 2 aspek utama, yaitu :
1.
Menurut Model penggunaannya ada 2 cara :
a.
Batch; Suatu proses yang dilakukan secara group atau kelompok.
b.
Interactive; Suatu proses yang dilakukan secara satu
persatu, yaitu record demi record.
2.
Menurut model OPERASI FILE ada 4 cara :
a.
Creation
Membuat struktur file lebih dahulu, menentukan banyak record baru,
kemudian record-record dimuat ke dalam
file tersebut.
Membuat file dengan cara merekam record demi record.
b.
Update
Untuk menjaga agar file tetap up to date.
Contoh: Insert / Add, Modification, Deletion.
c.
Retrieval
Pengaksesan sebuah file dengan tujuan untuk mendapatkan informasi
Inquiry: Volume data rendah, model proses interactive.
Report Generation: Volume data tinggi, model proses batch.
File Retrieval terbagi 2, yaitu :
1.
Comprehensive Retrieval
Mendapatkan informasi dari semua record dalam sebuah file.
Contoh :
* Display all
* List nama, alamat
2.
Selective Retrieval
Mendapatkan informasi dari record-record tertentu berdasarkan
persyaratan tertentu.
Contoh :
* List for gaji = 100000
* List nama, npm, for angkatan = 93
d.
Maintenance
Perubahan yang dibuat terhadap file dengan tujuan memperbaiki
penampilan program dalam mengakses file
tersebut.
4.
Restructuring
Perubahan struktur file, Misalnya :
Panjang field diubah, penambahan field baru, panjang record dirubah.
5.
Reorganization
Perubahan organisasi file dari organisasi yang satu, menjadi organisasi
file yang lain, Misalnya :
* Dari organisasi file sequential menjadi indeks sequential.
*
Dari direct menjadi sequential.
Ada beberapa tipe organisasi file
data yang digunakan, yaitu susunan berurutan (sequential), berurutan diindeks
(indexed sequential), acak (random), dan acak diindeks ( indexed random ).
Tujuan organisasi data di dalam pemrograman terstruktur adalah :
1.
Untuk menyediakan sarana pencarian record bagi
pengolahan, seleksi, atau penyaringan.
2.
Memudahkan penciptaan atau pemeliharaan file
Organisasi file data harus
mempertimbangkan beberapa hal penting, yaitu sebagai berikut:
1.
Kemudahan dalam penyimpanan dan pengambilan data.
2.
Kecepatan akses data/ efisiensi akses.
3.
Efisiensi penggunaan media penyimpanan (storage device).
Menurut penggunaannya ada 2 cara :
1.
Batch
Suatu proses yang dilakukan secara group
atau kelompok.
2.
Interactive
Suatu proses yang dilakukan secara satu
persatu, yaitu record demi record
Terdapat dua jenis alat penyimpanan data file yang
digunakan, yaitu :
1.
Piransi Akses Serial ( Squential Access Storage Device
atau SASD).
Alat penyimpanan dengan penyusunan dan
pembacaan data secara berurut yaitu satu catatan mengikuti catatan lain.
Contoh peralatan yang termasuk jenis ini
adalah magnetic tape dan pita magnetic. Ciri - ciri dari piranti ini adalah sebagai
berikut :
a.
Proses pembacaan rekaman harus berurutan.
b.
Tidak ada pengamatan.
c.
Data disimpan dalam blok – blok.
d.
Proses write hanya bisa dilakukan sekali saja.
e.
Kecepatan akses datanya, sangat tergantung pada :
Kerapatan pita ( char/inci ), Kecepatan pita ( inci/detik ), Lebar celah / gap
antar blok.
Keuntungan dan kerugian SASD:
Keuntungan:
a.
Merupakan organisasi file yang sederhana.
b.
Jarak setiap aplikasi yang tersimpan sangat jelas.
c.
Metode penyimpanan didalam memory sangat sederhana, sehingga
efisien untuk menyimpan record yang besar.
d.
Sangat murah untuk digunakan, sebab medianya cukup menggunakan
magnetic tape.
Kerugian:
a.
Seandainya diperlukan perubahan data, maka seluruh
record yang tersimpan didalam master file, harus semuanya diproses.
b.
Data yang tersimpan harus sudah urut (sorted).
c.
Posisi data yang tersimpan sangat sulit untuk
up-to-date, sebab master file hanya bisa berubah saat proses selesai dilakukan.
d.
Tidak dapat dilakukan pembacaan secara langsung.
2.
Piranti Akses Direct ( Direct Access Storage Device
atau DASD).
Alat penyimpanan dengan penyusunan dan
pembacaan datanya langsung pada posisinya. Contoh piranti akses tipe direct
adalah cakram magnetic (magnetic disk) yang terdiri dari hard disk atau floppy
disk.
Piranti ini mempunyai ciri :
a.
Pembacaan rekaman tidak harus urut.
b.
Mempunyai alamat.
c.
Data dapat disimpan dalam karakter atau blok.
d.
Proses write dapat dilakukan beberapa kali
Keuntungan DASD :
Access secara langsung dengan
tanpa harus membaca seluruh data yang dimilikinya
Tiga metode susunan organisasi
data file dalam media penyimpanan fisik yang lazim untuk digunakan, yaitu
sebagai berikut :
1.
Sequential
Metode ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
-
Rekaman disimpan berurutan.
-
Pencarian record tertentu dilakukan secara berurutan
dari awal
-
Metode ini baik untuk digunakan sebagai penyimpanan yang
bersifat periodik dan menyeluruh( backUp).
2.
Random.
Dalam
metode ini kunci rekaman ditransformasikan ke alamat penyimpanan dalam media
fisik secara acak (random). Metode ini akan menimbulkan beberapa masalah, yaitu
adanya alamat yang muncul lebih dari satu kali, dan ada alamat yang tidak
pernah muncul sama sekali. Permasalahan seperti ini diatasi dengan teknik
overflow location, yaitu dengan menggunakan alamat yang ada disampingnya.
3.
Indexed Sequential.
Metode ini memilki ciri-ciri sebagai berikut:
a.
Merupakan gabungan sequential dan random
b.
Record disimpan secara sequential dan menggunakan kunci.
c.
Masing-masing record diberi indek
d.
Pengalamatan dilakukan secara random
Membuat Dokumen Pada Latex
1.
Source Code :
Output
1.
Penjelasan :
a.
\documentclass[a4,12pt] {article}
Syntax inilah yang harus
pertama kali diketik dalam membuat Latex, digunakan untuk mengatur dokumen,
seperti ukuran kertas dan ukuran font / teks.
b.
\usepackage{graphicx}
Digunakan untuk memuat
sebuah package/paket yang digunakan untuk memasukan gambar dalam dokumen.
c.
\linebreak
Digunakan untuk membuat
sebuah garis baru untuk penulisan atau enter
d.
\begin{document}
Begin digunakan untuk memuat sebuah Environment
yang akan dipakai. Environment yang
dimuat di dalam begin ini adalah document, digunakan untuk membuat
dokumen Latex.
e.
\begin{center}
Digunakan untuk membuat
teks yang berada dalam Environment center
tersebut, akan berada di tengah dokumen.
f.
\section{Pendahuluan}
Untuk membuat sebuah
section/bagian Pendahuluan dalam dokumen, atau seperti Header 1.
g.
\subsection{Pesan dan Kesan LABSI}
Digunakan untuk membuat
subsection atau bagian dari sebuah bab dalam dokumen, atau seperti Header 2.
h.
\includegraphics[width=13cm, height=5cm]{gambar.jpg}
Digunkan untuk memuat
gambar kedalam dokumen, sebelum memakai Syntax \inludegrapich, terlebih dahulu harus memuat sebuah package/paket grapichx menggunakan \usepackage.
i.
\begin{enumerate}
Environment enumerate digunakan untuk membuat sebuah numbering list / daftar dengan angka yang berada di dalamnya.
j.
\item{Fakultas}
\item merupakan bagian yang digunakan dalam membuat sebuah numbering list / daftar.
k.
\begin{itemize}
itemize digunakan
untuk membuat sebuah list / daftar menggunakan simbol lingkaran hitam di
depannya.
Langganan:
Postingan (Atom)

